Tampilkan postingan dengan label Sekadar Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sekadar Puisi. Tampilkan semua postingan

17 Januari 2025

NgeShare - Sekadar Puisi Tentang Curhatan Anak Kecil yang Sudah Besar

NgeShare - Sekadar Puisi Tentang Curhatan Anak Kecil yang Sudah Besar

Pak, bu, nggak tau kenapa akhir-akhir ini rasanya capek banget. Padahal lagi nggak banyak hal yang dilakuin. Ya, meskipun sebenernya lagi banyak hal yang dipikirin. Apa mungkin gara-gara itu, ya?

Kalau kayak gini, jadi keinget waktu masih kecil. Waktu masih kecil dulu pengen buru-buru besar dan jadi orang dewasa. Alasannya waktu itu biar bisa apa-apa sendirian. Bisa beli jajan sendiri, beli mainan sendiri, bisa nyari duit sendiri, bisa jalan-jalan sendiri, pokoknya bisa bebas ngapa-ngapain sendiri. Tapi, nyatanya nggak sesederhana itu, ya, pak, bu.

Hidup selalu perlu rencana. Ya, walaupun nggak semua rencana bisa terlaksana. Kalaupun nggak sesuai rencana, harus bisa legowo. Apalagi dengan semakin bertambahnya usia dan juga banyaknya kegagalan yang dilalui. Cuma bisa bangkit dan mulai berencana lagi.  Ya, meskipun sesekali mengeluh. Iya, begitu kan, pak, bu?

Jadi dewasa rasanya emang capek. Tapi itu kan yang namanya hidup. Kata orang, kalau nggak ngerasa capek itu namanya bukan hidup. Walaupun udah tau kalau jadi dewasa & hidup itu capek, sesekali suka berharap, "Andai bisa kembali lagi ke masa lalu."

Ya, kembali lagi ke masa lalu. Jadi anak kecil lagi. Yang senengnya cuma main dan beli jajan. Yang khawatirnya cuma masalah pr dan ujian sekolah. Ah, jadi rindu masa-masa itu.

Apalagi waktu masih kecil, masih bisa ketemu sama bapak dan juga ibu. Bisa dengerin cerita ibu setiap hari. Bisa nonton TV sama bapak di ruang keluarga. Ah, itu momen-momen berharga yang sampai sekarang sulit buat dilupain.

Pak, bu, jadi besar dan dewasa itu ternyata emang berat, ya. Banyak hal yang harus dilakuin dan dipikirin. Banyak juga yang dikhawatirin. Lebih-lebih khawatir perihal besok masih bisa kerja apa nggaknya.

Dulu kalau udah besar dan dewasa ada banyak hal yang dipengeni. Pengen kaya. Pengen punya pekerjaan sama penghasilan tetap. Pengen bisa beli ini itu pakai duit sendiri. Pengen main ke tempat-tempat keren. Sekarang malah cuma pengen satu hal, yaitu "pengen hidup tenang".

Jadi besar dan dewasa itu ternyata nggak gampang ya, pak, bu. Banyak hal yang harus diperjuangin, banyak hal juga yang harus diikhlasin. Termasuk ikhlas ketika bapak dan ibu udah nggak ada.

Kalau tau ternyata jadinya begini, mungkin dulu aku nggak kepengen buat buru-buru besar. Pengen selalu jadi anak kecil, jadi anak kecilnya bapak sama ibu. Tapi ya namanya hidup. Hidup mesti tumbuh dan berkembang kan, pak, bu.

Pak, bu, maaf ya kalau malam-malam gini aku justru curhat di sini. Meskipun hanya satu arah, tapi menuliskannya di sini, perasaanku jadi lebih tenang. Toh, aku tak berharap dibalas, sekadar hanya ingin didengar. Pak, bu, meskipun curhatanku hari ini terdengar menyebalkan, semoga itu tak membuat kalian segan untuk mampir di mimpiku malam ini, ya. Selamat malam bapak, selamat malam ibu.

11 Januari 2025

NgeShare - Sekadar Puisi Tentang Rumah Ini Tak Lagi Sama

NgeShare - Sekadar Puisi Tentang Rumah Ini Tak Lagi Sama

Rumah ini tak lagi sama,
Tak terdengar lagi suara anak-anak kecil yang sedang bercanda,
Tak terdengar lagi suara orang tua yang sedang asyik menonton televisi di ruang keluarga,
Hening terdiam sepi,
Untungnya, sesekali seorang lelaki bujang mengunjungi rumah ini,
Sekadar melepas rindu, ungkapnya dalam hati,
Selepas membuka pintu, ia masuk perlahan dengan hati yang masih layu,
Dilaluinya setiap ruang, diingatnya kembali beberapa kenangan,
Sesekali ia tersenyum, sesekali ia bersedih,
"Ternyata waktu berlalu begitu cepat, ya," ujarnya lirih menatap sebuah bingkai foto keluarga.

(11/01/2025)

9 Juli 2024

NgeShare - Sekadar Puisi Tentang Hujan

Ilustrasi: www.pewtrusts.org.

Tadi malam hujan datang,
Menenangkan hati yang sedang kebingungan.

Tadi malam hujan datang,
Meramaikan hati yang sedang dilanda kesepian.

Tadi malam hujan datang,
Mengantar harap yang ingin menghapus kesedihan. 

Dan tadi malam hujan telah menghilang,
Membawa rindu yang tak pernah terselesaikan.

- Ngawi, 8/ 7/ 2024 -

2 Juni 2024

28 Mei 2024

NgeShare - Sekadar Puisi Tentang Sadar

Ilustrasi foto oleh Lina Trochez on Unsplash

Sadar,
Aku sadar
Aku tak pandai dalam mengatakan
Ataupun menuliskan.
Tapi ada yang ingin aku sampaikan,
Tentang cinta dan keikhlasan.

Aku mencintaimu, meski kau tak akan pernah tahu itu.
Dan kini aku telah mengikhlaskannya dengan kebaikan do’a.

11 Mei 2024

NgeShare - Sekadar Puisi Tentang Nongkrong di Angkringan

Ilustrasi: geger.id.

Tadi malam
Seorang kawan mengajakku nongkrong di angkringan
Katanya sekadar untuk ngopi dan makan gorengan
Tapi katanya lagi ada sesuatu yang ingin diceritakan
Soal cintanya yang baru saja dipatahkan
Seperti biasa dengan seksama aku mendengarkan
Sebelum akhirnya mengambil waktu yang pas untuk sekadar menguatkan

7 Mei 2024

NgeShare - Sekadar Puisi Tentang Ibu dan Bapak

Ilustrasi: www.depositphotos.com.

Setelah ibu dan bapak meninggal
Kutuliskan kata-kata
Tentang duka, tentang derita, dan juga cinta
Mungkin tak lama lagi dunia akan melupakannya
Tapi tentang cerita yang kutulis juga
Dunia mungkin nantinya akan selalu mengingatnya…

30 April 2024

NgeShare - Sekadar Puisi Tentang Harapan


Tadi pagi, setelah mendoakan ibu dan juga bapak, aku turut mengikhlaskan beberapa harapan yang dulu pernah disemogakan. Baik itu harapan kecil maupun harapan besar.

Sadar diri, jadi alasan dalam pikiran. Selepas kehilangan yang begitu hebat, harapan-harapan lama juga harus dilepaskan meskipun berat. Tak akan pernah bisa ditunaikan, dan waktu tak bisa dikembalikan, pikirku juga waktu itu.

Kita memang bisa berencana, tapi sekali lagi takdir Tuhan yang menentukannya. Sehebat apapun kita merencanakannya, rencana Tuhan tetap yang terbaik atas segalanya.

“Sesuatu yang tak kamu sukai, bisa jadi itu baik bagimu. Sedangkan yang kamu sukai, bisa jadi tak baik bagimu”, sabda-Nya (Al-Baqarah ayat 216).

Dan aku yakin saat ini Tuhan sedang menyiapkan rencana terbaiknya. Bukankah Tuhan lebih tahu mana yang baik dan juga tidak bagi umatnya, sekalipun ia seorang pendosa?

Tuhan, maaf bila kemarin-kemarin harapanku terlalu berlebihan. Mulai sekarang, harapanku cukup sedikit dan sederhana saja. Namun, walaupun aku tak lagi banyak berharap, aku akan tetap berusaha sebanyak-banyaknya.