Pada hari Kamis (11/10/2018) kemarin, tepat pukul 13.55 WIB, saat saya sedang leyeh-leyeh (santai), saya mendapat sebuah pesan. Sebuah pesan yang setelah saya lihat ternyata berasal dari PT. Paragon Technology and Innovation (PTI). Dalam pesannya tersebut, pihak PTI menginformasikan kepada saya bahwa mereka mengundang saya untuk mengikuti Seminar Careers dan Campus Recuitment dalam acara yang bertajuk “Paragon Campus Roadshow - UNS” yang diselenggarakan di UNS, tepatnya di Gedung V Lantai 5 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) pada hari Sabtu, 13 Oktober 2018.


Mendapati pesan dari PTI, saya jadi teringat kalau 2 minggu yang lalu saya telah mendaftar acara tersebut di web CDC UNS.


Ah, kebetulan pada hari Sabtu itu saya belum memiliki agenda lain, maka saya putuskan untuk tetap mengikuti acara tersebut dan kemudian mengirim pesan konfirmasi kehadiran saya ke nomor yang telah diberikan oleh pihak PTI. Menurut saya, ini acara yang sangat spesial, karena tidak hanya berisi seminar careers dan juga talkshow saja, tetapi juga ada recruitmentnya. Jadi, dengan mengikuti acara ini, peserta yang mayoritas adalah jobseeker dapat mengetahui lebih jauh mengenai perusahaan yang akan dia lamar dan juga dapat bertanya pada pembicara di sesi talkshownya. Nah, makanya saya dulu memutuskan untuk mendaftar acara tersebut, siapa tahu rezeki saya di sini (hehe... 😁).



Setelah mengirim pesan konfirmasi kehadiran, saya kemudian menghubungi saudara saya yang bekerja di Solo dengan tujuan untuk nunut atau bermalam 1 malam di kostnya. Wajar hal itu saya lakukan karena saya sudah tidak lagi berdomisili di Solo, selepas wisuda dulu, saya kembali ke kampung halaman (hehehe...). Ya, walaupun lama perjalanan dari kampung halaman saya, yaitu Ngawi ke Solo hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam, tetapi karena acara dimulai pada pukul 07.30 WIB, saya tetap memilih untuk berangkat satu hari lebih awal sebelum hari H. Itu saya lakukan agar nantinya ketika hari H, saya tidak kesusu (tergesa-gesa) dan dapat beristirahat sejenak sebelum berperang di hari H. Saya akhirnya memutuskan untuk berangkat ke Solo pada hari Jum’at sore dengan mengendarai sepeda motor.

Lanjut di hari H (13/10/2018), saya berangkat dari kost saudara saya ke lokasi acara, yaitu Gedung V Lantai 5 FEB UNS pada pukul 07.10 WIB. Dengan jarak antara kos saudara saya dan lokasi acara sekitar 1 km, saya hanya membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk dapat sampai di lokasi, maka pada pukul 07.20 WIB saya sampai di lokasi.

Pada awalnya, sebelum saya memasuki ruangan diselenggarakannya acara ini, saya mengira bahwa telah banyak peserta yang datang mengingat waktu dimulainya acara sudah sangat dekat dan di depan saya telah ada beberapa peserta yang mengantri untuk masuk ke dalam ruangan, apalagi di sana juga telah terlihat para panitia yang sangat siap untuk memulai acara tersebut, tetapi ternyata perkiraan saya ini salah. 😓

Antrian untuk mengisi daftar hadir

Ketika saya selesai mengisi daftar hadir dan mengambil snack (gratis euy), kemudian memasuki ruangan, saya baru menyadari bahwa peserta yang datang belum begitu banyak, padahal kursi yang telah disiapkan sangat banyak jumlahnya lho. Di saat itu pun saya juga baru menyadari bahwa baru saya satu-satunya peserta laki-laki yang datang waktu itu (waduh). Sudah terlanjur masuk, mau keluar ya nggak enak, apalagi sudah jauh-jauh menyempatkan diri kesini, saya akhirnya memutuskan untuk tetap stay di dalam ruangan sambil berharap semoga ada peserta laki-laki yang lain segera datang, biar saya tidak menjadi satu-satunya peserta tertampan di acara ini. 😆

Snack gratis.

Alhamdulillah, setelah menunggu selama hampir 15 menit, datanglah beberapa peserta lain, dan di antara beberapa peserta tersebut, hadir 2 orang laki-laki yang duduk di dekat tempat duduk saya. Alhasil, waktu itu daripada saya gabut, saya menyempatkan diri untuk berkenalan dengan mereka berdua. Setelah berkenalan, saya baru menyadari bahwa ternyata mereka berdua merupakan alumni dari UNS, sama seperti saya, dan ternyata mereka merupakan senior saya di UNS, meskipun berbeda fakultas. Satu bernama mas Fauzi yang aslinya dari Tangerang tapi sudah sangat fasih berbahasa Jawa, dan satunya lagi bernama mas Fendi yang ternyata asli Ngawi seperti saya. Setelah berkenalan dan ngobrol-ngobrol, saya baru tahu ternyata mas Fauzi dan mas Fendi juga baru kenal tadi pagi ketika tiba di parkiran.

Waktu telah menunjukkan pukul 07.55 WIB, tetapi acara belum juga dimulai. Mungkin karena jumlah peserta yang telah hadir baru sedikit, membuat panitia sedikit menunda waktu dimulainya acara. Sambil menunggu dimulainya acara, saya lanjut ngobrol lagi sama mas Fauzi dan mas Fendi. Obrolan kami terutama mengenai dunia kerja, dan di antara kami bertiga, mungkin sayalah yang paling sering kepo mengenai dunia kerja, maklum saya masih fresh graduate, berbeda dengan dua senior saya yang telah memiliki banyak pengalaman di dunia kerja.

Tak terasa waktu telah menunjukkan pukul 08.15 WIB, ketika itu peserta yang telah hadir sudah cukup banyak, dan waktu itu saya masih mengobrol dengan mas Fauzi dan mas Fendi. Di tengah-tengah obrolan kami itu, tiba-tiba terdengar suara 2 orang perempuan yang kemudian membuat perhatian kami teralihkan ke depan panggung. Setelah itu, kami baru menyadari bahwa acara telah dimulai dengan sambutan yang diberikan oleh 2 perempuan yang ternyata MC acara ini. Dua orang perempuan yang menurut saya sangat menawan (eits, hati-hati jaga pandangan woy! Hehehe...). Selepas memberi sambutan, kedua perempuan atau bisa saya bilang 2 mbak-mbak tersebut memperkenalkan diri kepada para peserta, yang satu namanya mbak Fany (menurut saya mirip Nisa Sabyan) dan yang satunya lagi namanya mbak Hayu (orangnya hayu/ ayu seperti namanya, hehehe...).

Sambutan dari mbak Fany dan mbak Hayu.

Setelah memberi sambutan dan memperkenalkan diri dengan gayanya yang cukup kocak tapi tetap menawan, mbak Fany dan mbak Hayu menawarkan hadiah yang ada di dalam 2 goodie bag kepada 2 peserta yang mau maju ke depan panggung. Alhasil, waktu itu ada 1 peserta perempuan yang belum saya kenal dan 1 peserta laki-laki yang ternyata mas Fendi. Ketika telah berada di depan panggung, 2 peserta tersebut termasuk mas Fendi dipersilahkan untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. Ada yang cukup mengejutkan pada saat perkenalan diri tersebut, terutama ketika gilirannya mas Fendi. Waktu itu saya, mas Fauzi, peserta lain, dan juga mbak-mbak MCnya baru mengetahui kalau mas Fendi ternyata sudah tidak lajang lagi, alias sudah menjadi suami sekaligus bapak dari seorang putra. Hal itu didukung dengan adanya cincin perak yang telah melingkar di jari manis mas Fendi. Alhasil, saya cukup kaget karena saya mengira bahwa mas Fendi yang masih sangat muda dan katanya 2 tingkat di atas saya masih lajang, tapi waktu itu yang sangat kaget dengan pengakuan mas Fendi tersebut saya rasa adalah mbak-mbak MC yang katanya masih jomblo (ahay...) dan beberapa peserta perempuan yang juga masih jomblo saat itu karena tidak percaya bahwa orang semuda itu telah menikah. Mungkin, selain kaget, ada kekecewaan yang mereka rasakan pula setelah mendengar pengakuan dari seorang yang menurut saya cukup mirip dengan artis Rizky Aditya tersebut (wkwkwkwkw....).

Ketika mas Fendi maju ke depan.

Oke, setelah peserta selesai memperkenalkan diri, mereka berdua diberi sebuah tantangan oleh mbak Fany agar dapat membawa pulang hadiah yang telah ditawarkan tersebut. Mereka ditantang untuk menjelaskan mengenai PTI sepengetahuan mereka. Keduanya pun menjawab dengan lancar, ya, walaupun jawabannya hampir sama (hehehe...), dengan demikian keduanya berhasil membawa pulang hadiah tersebut. Ketika mas Fendi kembali ke tempat duduknya yang dekat dengan tempat duduk saya, saya langsung berkata, “Wah, rezekinya anakmu ni, Mas! Hehehe...”

“Iya, alhamdulillah, hehehe...” jawabnya.

Lanjut lagi ke sesi berikutnya, acara dilanjutkan pada sesi sambutan yang diberikan oleh perwakilan dari PTI (saya lupa namanya mas siapa, hehehe...). Setelah itu barulah seminar dimulai. Pada seminar ini, ada perwakilan HRD (saya lupa namanya mbak siapa, hehehe...) dari PTI yang memberi penjelasan kepada para peserta mengenai profil PTI, sejarah PTI, perkembangan PTI, jenjang karir PTI, hingga pengalamannya bersama PTI.



Sesi berikutnya dilanjutkan dengan talkshow yang diisi oleh 3 pembicara dari PTI. Tiga pembicara tersebut antara lain adalah mbak Rany, mbak Santi, dan mas Eko. Ketiganya berbagi pengalamannya bersama PTI, mulai dari ketika mendaftar hingga ketika menjadi Paragonian (sebutan untuk karyawan PTI) tetap di PTI. Pada sesi talkshow ini dimoderatori oleh mbak Hany (kalau nggak salah namanya yang saya denger waktu itu gitu, hehehe...) dari PTI juga. Sesi talkshow ini dimulai oleh moderator, kemudian pembicara pertama, yaitu mbak Rany yang ternyata merupakan alumni dari UNS. Setelah mbak Rany, pembicara berikutnya adalah mbak Santi, dan terakhir barulah mas Eko. Di sesi ini, setelah semua pembicara selesai dengan materinya, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Pembicara dan moderator.

Waktu sesi tanya jawab berakhir sekitar pukul 11.20 WIB, dan tak terasa waktu ISOMA (Istirahat Shalat MAkan) hampir datang. Sebelum peserta melakukan ISOMA, dari pihak PTI menutup acara Seminar Careers dan Talkshow ini dan mengingatkan kepada peserta bahwa Recruitmen akan dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB di gedung 2 ruang 302 FEB UNS. Untungnya waktu ISOMA, saya dan juga peserta yang lain mendapat makan siang gratis yang telah disediakan panitia. Jadi, kami tidak perlu keluar kampus hanya untuk sekadar membeli makanan untuk makan siang.

Makan siang gratis.
Oh, iya, sebelum acara seminar dan talkshow ditutup, ada penampilan keren dari band acoustic panitia yang dinamai “AKoustic”. Kenapa namanya “AKoustic”, ya karena panitianya berasal dari HMJ Akuntansi UNS dan anggota band acoustic tersebut berasal dari panitia, maka nama bandnya memakai nama AK, singkatan dari Akuntansi, begitu kata mbak vokalisnya. 😁

Penampilan AKoustic

Selesai melaksanakan ISOMA, tibalah waktu yang saya dan peserta lain nanti-nantikan, yaitu “Recuitment”. Saya, mas Fauzi, dan mas Fendi menuju ke ruangan tes. Ketika kami sampai di sana, sudah banyak peserta yang telah siap bersaing dengan kami untuk dapat menjadi Paragonian.

Oh, iya, recruitmen ini berlangsung selama 2 hari dengan sistem gugur. Di hari pertama (13/10/2018) dilaksanakan tes psikotes yang terdiri dari tes tulis dan tes koran, sedangkan pada hari kedua (14/10/2018) dilaksanakan tes psikotes gambar (warteg, dll). Jadi, kalau seorang peserta lolos pada tes di hari pertama, maka dapat mengikuti tes di hari kedua, sedangkan bagi yang belum lolos atau gugur di hari pertama sudah dipastikan tidak dapat mengikuti tes di hari kedua.

Suasana sebelum psikotes.

Oke, waktu tes di hari pertama dimulai sekitar pukul 13.15 WIB dengan tes awal, yaitu mengerjakan soal psikotes selama 1 jam. Selesai mengerjakan soal psikotes, tes dilanjutkan dengan mengerjakan tes koran. Nah, pas tes koran ini, saya merasa cukup kerepotan dan ingin cepat-cepat menyelesaikannya. Ya, maklum, pada tes koran ini saya harus mengerjakan penjumlahan deretan angka yang begitu banyak pada selembar kertas seukuran kertas koran dengan secepat-cepatnya dan seteliti mungkin. Saya tidak terlalu memperhatikan berapa lama waktu pengerjaan tes koran ini, karena saking fokusnya untuk mengerjakan, yang saya ingat tes ini berakhir ketika terdengar suara adzan Ashar. Oke, ketika telah terdengar suara adzan, pihak recruitment PTI menginformasikan kepada peserta bahwa psikotes telah selesai dan hasil dari psikotes ini akan diumumkan setengah jam lagi. Selagi menunggu pengumuman hasil psikotes, saya, mas Fauzi, dan mas Fendi memutuskan untuk pergi ke mushola terdekat untuk shalat Ashar.

Tidak terasa waktu setengah jam telah kami lalui selepas psikotes tadi, membuat kami tidak sabar lagi untuk segera melihat pengumuman yang telah dijanjikan oleh pihak PTI. Ketika kami telah berada di depan ruangan psikotes, tempat akan diletakannya pengumuman tersebut, ternyata pihak PTI belum mengumumkannya. Di sana kami bertiga justru melihat banyak peserta yang sudah menunggu pengumuman tersebut.

Sekitar 15 menit kami menunggu, barulah pengumuman tersebut disampaikan oleh pihak PTI melalui pengumuman yang ditempelkan di depan jendela ruangan psikotes tadi. Saya, dan juga peserta lain yang telah menunggu, termasuk mas Fauzi dan mas Fendi langsung melihat pengumuman tersebut. Setelah melihat pengumuman tersebut, ternyata PTI belum menjadi rezeki saya dan juga mas Fauzi. Di antara kami bertiga, hanya mas Fendi yang lolos psikotes tahap pertama ini. Tidak hanya mas Fendi seorang, tetapi juga 14 peserta lain yang berhasil dalam psikotes pertama ini dan berkesempatan untuk mengikuti psikotes kedua pada esok hari.

Mengetahui bahwa di antara kami bertiga hanya mas Fendi yang lolos, membuat saya dan mas Fauzi berusaha untuk berlapang dada, dan kemudian berkata kepada mas Fendi, “Wah, ini memang rezekimu dan anakmu, Mas! Hehehe...”

Setelah itu, kami bertiga memutuskan untuk pulang dengan menuju ke tempat parkiran terlebih dulu, karena sepeda motor kami berada di sana. Kemudian kami saling berpamitan dengan harapan semoga dapat bertemu lagi di lain kesempatan.

Di tengah-tengah perjalanan pulang, saya jadi teringat kata-kata mbak-mbak HRD PTI selaku panitia recruitment tadi yang berbunyi,
Kalau ini belum rezeki, mungkin suatu saat nanti kalian akan menjumpai tempat yang lebih baik lagi.
Tidak hanya kata-kata dari mbak tersebut yang masih saya ingat dan memotivasi saya untuk tetap berusaha, tetapi ada juga kata-kata yang sangat bijak dari mbak Hany selaku moderator talkshow, yaitu
Nikmatilah pekerjaan yang telah kamu dapatkan saat ini karena orang lain belum tentu memiliki kesempatan yang sama denganmu.
Setidaknya saya dan juga peserta lain yang belum beruntung pulang tidak dengan tangan hampa. Ada pengalaman dan juga kenang-kenangan dari PTI yang dapat kami bawa pulang, dan kenang-kenangan tersebut adalah seperti berikut ini. 😊

NgeShare - Ikut Paragon Campus Roadshow UNS

Load comments

No comments