Hmmm...rasa-rasanya sudah cukup lama saya tidak menuliskan sesuatu di blog ini. Yah, mohon maklum, karena rutinitas sebagai seorang freelancer sekaligus jobseeker, membuat saya sejenak vakum dari blog ini (ceileh). Namun, mumpung hari ini sedang tidak ada deadline maupun jadwal wawancara kerja, dan juga ada sedikit bahan untuk ditulis, maka saya menyempatkan waktu untuk mengupdate artikel di blog ini.

NgeShare - Membuat Sticky Sidebar di Blog Menggunakan CSS

Menjelang sepasang, kepadaku kau datang, meskipun hanya datang melalui sebuah pesan. Ya, sebuah pesan. Pesan yang ternyata kau hantarkan dengan maksud untuk mengundang. Mengundang aku yang dulu pernah sayang, ke sebuah hari yang telah lama kau nantikan. Sembari menyampaikan undanganmu, kau berkata kepadaku, “Aku harap kau datang, dan aku akan merasa sangat senang”. Seketika itu, aku paham, kau ingin agar aku turut merasakan kebahagiaan yang pernah kau idam-idamkan. Namun, egois rasanya bila aku tak mengatakan bahwa ini cukup menyakitkan, tapi berbekal hati yang telah kuupayakan untuk lapang, aku mencoba untuk tetap tegar dan tenang, lalu dengan segera mengiyakan undangan yang kau berikan. Dan pada akhirnya, aku akan memenuhi janji yang telah kumantapkan, yaitu melihatmu bersanding dengannya di pelaminan.
Sebab kini, aku telah mengikhlaskan perasaan yang belum sempat kusampaikan.

NgeShare - Menjelang Sepasang


Yosh! Pada kesempatan kali ini, saya akan membagikan tutorial mengenai cara memasang MacOS Theme di Xubuntu 18.04. So, bagi kamu yang saat ini sedang menggunakan OS Xubuntu 18.04 dan mungkin memiliki keinginan untuk membuat tampilannya mirip seperti MacOs, dapat menyimak tutorial berikut ini.

Cara Memasang MacOS Theme di Xubuntu 18.04

1. Langkah pertama, kamu unduh file MacOS Theme terlebih dahulu melalui laman www.xfce-look.org/p/1013714/. Di laman tersebut, kamu plih file MacOS Theme yang sesuai dengan keinginanmu. Kalau di tutorial ini, saya menggunakan file “Sierra-light.tar.xz”.


2. Kamu ekstrak file MacOS Theme yang telah selesai kamu unduh tadi di folder “Downloads”.




3. Setelah itu, kamu buka direktori “Home”. Di direktori “Home”, kamu tekan tombol CTRL+H pada keyboardmu untuk menampilkan folder atau file yang terhidden.



4. Pada direktori “Home”, kamu buat folder baru yang bernama “.themes”.



5. Langkah selanjutnya, kamu copy atau pindahkan folder “Sierra-light” yang telah diekstrak sebelumnya di folder “Downloads” ke dalam folder “.themes”.


6. Kemudian, kamu jalankan aplikasi “Apperance” yang terletak di Menu → Settings → Apperance. Lalu, pilih “Sierra-light”.



7. Kalau kamu sudah menjalankan langkah di atas, langkah berikutnya kamu jalankan aplikasi “Window Manager” yang terletak di Menu → Settings → Window Manager. Lalu, pilih “Sierra-light”.



8. Bila kamu memiliki keinginan untuk mengubah posisi fitur Close, Maximize, dan Minimize yang sebelumnya berada di pojok kanan atas menjadi di pojok kiri atas, dan agar tampilannya semakin mirip dengan MacOS, kamu dapat mengubah posisinya dengan cara menggeser fitur-fitur tersebut di “Button Layout” menggunakan pointer.





Cara Memasang MacOS Icon di Xubuntu 18.04

1. Langkah pertama, kamu unduh file MacOS Icon terlebih dahulu melalui laman www.xfce-look.org/p/1102582/. Pilih file MacOS Icon yang sesuai dengan keinginanmu. Di tutorial ini, saya menggunakan file “Cupertino-Catalina.tar.xz”.


2. Setelah itu, ekstrak file yang telah diunduh tersebut di folder “Downloads”.


3. Kemudian, kamu buka direktori “Home”. Pada direktori tersebut, kamu buat folder baru bernama “.icons”.




4. Kalau kamu sudah membuat folder “.icons” pada direktori “Home”, kamu copy atau pindahkan folder “Cupertino-Catalina” yang telah diekstrak dari folder “Downloads” ke dalam folder “.icons”.


5. Lalu, kamu buka aplikasi “Apperance”. Pilih menu “Icons”, lalu kamu pilih “Cupertino-Mojave”.



6. Langkah terakhir, lihat hasilnya.


Oke, itu sekiranya tutorial mengenai cara memasang MacOS Theme di Xubuntu 18.04 kali ini. Bila kamu memiliki pertanyaan atau saran yang terkait dengan artikel tutorial ini, seperti biasa, kamu dapat menyampaikannya kepada saya melalui kolom komentar disqus yang terletak di bawah artikel ini (Load Comments). Semoga bermanfaat ya!😁

NgeShare - Cara Memasang MacOS Theme di Xubuntu 18.04


Semenjak kakek dan nenek (baik dari keluarga pihak bapak maupun dari pihak ibu) telah tiada, setiap lebaran tiba, saya bersama keluarga hanya merayakannya di rumah saja. Menemui tetangga sekitar, kemudian bersalaman dan saling saling memaafkan dengan mereka. Setiap lebaran, kami jarang berkumpul dengan sanak saudara. Bukan karena kami tak rukun dengan mereka, melainkan jarak yang terlampau jauh, jadi alasannya. Mengupayakan sebenarnya masih bisa kami lakukan, tapi kata bapak tak perlu memaksakan. Ya, tak perlu memaksakan, apalagi mengingat bapak dan ibu yang semakin menua, untuk menempuh perjalanan jauh, sudah tak begitu kuat, katanya. Lewat bertukar pesan, sekiranya cukup melegakan perasaan rindu pada yang belum dapat dipertemukan.

NgeShare - Setelah Lebaran


Kemarin siang, seberes mengunggah story di Instagram, saya melihat ada sebuah pesan balasan yang dikirimkan oleh seorang kawan. Seorang kawan, yang dulunya merupakan kawan di kostan sewaktu saya masih jadi anak kuliahan. Sewajarnya seorang kawan, ia menanggapi story saya dengan sedikit candaan, meski sebenarnya waktu itu isi dari unggahan saya mengenai hal yang cukup serius, yaitu motivasi kehidupan. Tapi saya tak mempermasalahkan, sebab saya tahu maksud dari candaannya yang ujung-ujungnya justru membuat kami bernostalgia dan bercengkerama cukup lama di dunia maya.

NgeShare - Lebaran


Beberapa waktu yang lalu, saya baru saja selesai membuat sebuah undangan pernikahan. Ya, udangan pernikahan, yang tentunya itu bukan undangan pernikahan saya, melainkan milik seorang kawan yang meminta tolong untuk didesainkan undangannya. Alhamdulillah, desain dari undangan tersebut telah selesai dan kini tinggal menunggu proses cetaknya selesai. Dari mendesain undangan tersebut, saya sebelumnya mencari beberapa referensi yang sepertinya dapat menginspirasi saya dan tentunya kawan saya yang punya hajat itu, dan dari beberapa referensi tersebut, kawan saya meminta agar di undangannya nanti diberi denah lokasi resepsi pernikahannya, biar tamu undangan nantinya mudah menemukan lokasinya, katanya. Nah, dari permintaan kawan saya itu, sebagai teman saya menyanggupinya (mumpung ada feenya nih, wkwkwkwk...), tapi saya jadi kepikiran untuk tidak hanya sekadar menyelipkan gambar denah lokasi pada undangannya, melainkan juga menambahkan QR Code lokasi resepsinya tersebut dari Google Maps. Jadi, dengan menambahkan QR Code lokasi di undangannya ini, tamu undangan nantinya akan dengan mudah menemukan alamat lokasinya di Google Maps hanya dengan menscan QR Code tersebut.

Oh, iya, ngomong-ngomong soal menambahkan QR Code lokasi dari Google Maps, pada kesempatan kali ini, saya ingin memberikan tips atau tutorial mengenai cara membuatnya berdasarkan pengalaman saya. Mungkin tutorial ini nantinya akan dapat membantu kamu yang pada suatu saat atau saat ini juga dimintai tolong oleh kawan atau mendapat proyek pesanan undangan. Oke, bagi kamu yang penasaran dengan tutorialnya, kamu dapat menyimaknya di bawah ini.

Cara Membuat QR Code Lokasi Dari Google Maps

Langkah pertama yang harus kamu lakukan ialah mengunjungi website Google Maps terlebih dahulu di sini.


Bila kamu sudah berada di website Google Maps, langkah berikutnya ialah kamu tentukan dan pilih lokasi suatu tempat yang ingin kamu buat QR Codenya.


Setelah itu, klik lokasi tempat yang dipilih, lalu kamu klik tombol share/ bagikan.


Dan akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Pada tampilan ini, kamu salin linknya.


Kemudian pastekan link tersebut di browsermu dengan menambahkan kode .qr di belakang url tersebut, lalu tekan tombol “Enter”.


 Nah, pada tahap ini, akan muncul QR Code dari lokasi pilihanmu tersebut.


Kamu dapat menyimpan QR Code tersebut sebagai file png dengan cara klik kanan pada mouse/ touchpad, kemudian pilih menu “Save Image As”.


Oke, sekiranya itu tutorial mengenai cara membuat QR Code lokasi dari Google Maps. Jika kamu memiliki pertanyaan atau saran yang ingin disampaikan kepada saya dan berkaitan dengan tutorial ini, kamu dapat menuliskannya di kolom komentar di bawah tutorial ini dengan mengklik tombol “Load comments”. Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat ya! 😁

NgeShare - Cara Membuat QR Code Lokasi Dari Google Maps


Beberapa waktu yang lalu, masyarakat di Indonesia dihebohkan dengan hadirnya sequel terbaru dari film Avengers. Film yang diberi judul “Avengers : Endgame” ini bahkan mendapat sambutan baik dari penikmat film di tanah air, terutama penikmat film superhero MCU. Hal itu terlihat dari banyaknya bioskop yang dibanjiri penonton dan tiket film ini yang telah ludes terjual jauh-jauh hari.

Ah, iya, ngomong-ngomong soal kepopuleran dari film Avengers : Endgame ini, beberapa hari yang lalu, seorang ilustrator sekaligus komikus Indonesia, yaitu Is Yuniarto mengeluarkan karya fan artnya yang berkaitan dengan Avengers. Karya dari Is Yuniarto ini menampilkan beberapa karakter superhero Avengers yang ditampilkan dalam versi Majapahit. Karakter superhero Avengers versi Majapahit ini, oleh Is Yuniarto diberi nama “ADIWIRA: Wilwatikta”. Nama tersebut diambil dari kata "Adi" yang berarti hebat, "Wira" yang berarti pahlawan, dan "Wilwatikta" yang berarti Majapahit. Oh, iya, dikutip dari Bobo.id (12/05/2019), Is Yuniarto mengatakan kalau karakter fan art yang dibuatnya ini terinspirasi dari komik Marvel berjudul What If dan Marvel 1602 yang memperlihatkan karakter superhero Marvel berada di tahun 1600-an.

Btw, seperti apa jadinya karakter-karakter tersebut bila dibuat dalam versi Majapahit? Kamu bisa melihatnya di bawah ini.


Gimana? Tetep keren kan? Semoga dapat menginspirasi kamu yang suka menggambar ya, hehehe... 😁

NgeShare - Avengers Dengan Kearifan Lokal


Tak terasa, bulan ramadhan telah kembali tiba, padahal rasanya baru kemarin saja melaluinya. Dan alhamdulillah, akhirnya tahun ini kita masih dapat dipertemukan kembali dengannya dalam keadaan penuh kebaikan. Meskipun mungkin ada beberapa perbedaan antara ramadhan di tahun ini dengan ramadhan di tahun sebelumnya, seperti misalnya bertemu bulan ramadhan di perantauan, merasakan ramadhan dengan orang yang baru dipertemukan, atau mungkin tak lagi menjalankan ibadah ramadhan dengan orang yang dulu selalu mengingatkan, apapun perbedaan yang dirasakan, semoga itu tak mengurangi antusias dan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah di ramadhan tahun ini (amin...).

NgeShare - Bukber