Zaman milenial, orang-orang mulai mengenal media sosial.

Media yang awalnya hanya sekadar untuk mencari kawan baru, atau menemukan kawan lama yang akhirnya dapat kembali bertemu.

Banyak yang awalnya memulai untuk menuliskan kata-kata, kemudian berkembang membagikan karya-karyanya.

Tua maupun muda, di sana merajalela.

Yang tua bisa terlihat muda, dan yang muda justru bisa terlihat dewasa di sana.

Di sana kita bisa mencari, menemui, membeli, bahkan sampai mencaci maki.

Ya, mencaci maki kepada orang-orang yang bahkan belum pernah kita temui.

Melihat sesuatu yang dirasa kurang disenangi, melihat sesuatu yang dirasa tidak satu paham dengan diri.

Entah hanya karena alasan ketidaksesuaian atau karena iri, menuliskan kata-kata bermakna benci, hingga mengundang kegaduhan di jagat maya zaman ini.

Ironi sekali, di kala kemudahan telah dihadirkan dengan harapan mendatangkan kebaikan, justru keburukan yang dilakukan dan kemudian menyebabkan kerusuhan.

Apakah ini tujuan dari adanya pembaharuan dan kecanggihan?

Ingatlah wahai kawan, di era global ini, memang kata-kata bisa dengan mudah dituliskan, memang kata-kata bisa dengan mudah disampaikan, tetapi ingatlah bahwa ada norma-norma yang perlu diperhatikan.

Tidak menyenangi memang boleh dirasakan, namun mencaci dan menyebar kebencian terhadap seseorang atau sebuah golongan adalah keburukan yang seharusnya dihindarkan.

Bila tidak menyenangi, mari ajak diskusi, atau kritiklah dengan hati-hati, hadirkan pula sebuah solusi yang mungkin dapat menjadi referensi dan menyadarkan seseorang yang tidak disenangi.

Jangan mengumbar rasa benci bila kebaikan lebih menentramkan hati.

Ingatlah bahwa kita adalah persatuan yang dipersatukan oleh perjuangan di masa lalu yang mengharap kebaikan, ketentraman, dan kerukunan, salam...

NgeShare - Milenial

Load comments

No comments