Sekitar satu bulan yang lalu, saya baru saja membuat pengaduan ke PLN. Pengaduan pertama kali ke PLN yang saya lakukan perihal tegangan listrik di rumah almarhum Bapak yang sering tidak stabil. Ya, tidak stabil, ditandai dengan kondisi lampu rumah yang tiba-tiba redup sepersekian detik, lalu terang kembali.
Kondisi semacam ini sebenarnya sudah lama terjadi, bahkan ketika almarhumah ibu masih ada. Namun, hal itu baru sering terjadi dan bahkan membuat saya tidak bisa menyalakan kulkas semenjak rumah alm. Bapak tidak saya huni hampir 2 tahun.
Barulah ketika saya memutuskan untuk menetap di rumah alm. Bapak dan berniat untuk menggunakan beberapa elektronik yang membutuhkan daya listrik stabil, seperti kulkas dan setrika, saya mulai memikirkan solusi agar daya listrik di rumah alm. Bapak bisa kembali normal.
Usai bercerita perihal kulkas yang tidak menyala pada Mas atau kakak laki-laki saya, beliau memberi saran agar saya menghubungi petugas PLN. “Mungkin ada kabel listrik yang bermasalah”, ujarnya.
Selesai mendengar saran dari Mas, saya jadi teringat kalau beberapa bulan lalu kakak perempuan saya pernah membuat pengaduan ke PLN. Katanya untuk pengaduannya waktu itu dialihkan ke aplikasi PLN Mobile yang kemudian membuat saya kepikiran untuk mencoba mengajukan pengaduan melalui aplikasi itu juga.
Untungnya, untuk mengajukan aduan pada aplikasi itu tidak terlalu ribet. Hanya cukup memilih fitur pengaduan, lalu menginput nomor ID pelanggan. Dan setelahnya memasukkan keluhan/ aduan listrik yang sedang dialami. Oiya, saat akan membuat aduan, pada fitur pengaduan ini saya juga diharuskan menginput alamat dan menentukan titik koordinat lokasi rumah agar memudahkan petugas mendatangi rumah.
Saya ingat waktu itu saya mengajukan pengaduan sekitar jam setengah 8 malam. Sekitar setengah jam usai beberapa menit mendapat pesan WA dari PLN, tiba-tiba dua orang petugas PLN datang. “Wah, cepat sekali ternyata responnya, saya kira mau ditindaklanjuti besok pagi,” ujar saya pada dua orang petugas PLN yang datang ke rumah alm. Bapak.
Setibanya di rumah alm. Bapak, salah seorang petugas terlebih dahulu memeriksa sambungan jalur listrik yang berada di atas rumah. Malam-malam, beliau memanjat ke atap rumah untuk memeriksa kondisi sambungannya. Barangkali masalahnya ada di sambungan atasnya. Sayangnya pada momen ini, saya lupa tidak mengabadikannya. Dan sayangnya juga masalah listrik di rumah alm. Bapak yang tidak stabil bukan dikarenakan sambungan di atap rumah.
Salah seorang petugas kemudian memeriksa meteran listrik. Ya, meteran listrik, yang sebelumnya juga turut saya laporkan pada aduan saya. “Meteran listriknya akhir-akhir ini sering berbunyi nyaring, Pak. Apa mungkin masalahnya ada di meterannya yang sudah lama, ya?” tanya saya pada petugas yang akan memeriksa meteran listrik tersebut.
Ketika petugas membuka meterannya, ternyata ada salah satu sambungan di kabelnya yang sudah membatu. Membatunya seperti tertutup lapisan pasir putih. Entah karena saking lama meterannya. Tapi setelah kabel di meterannya diperbaiki, kendala sebelumnya masih belum teratasi.
Pada akhirnya kedua petugas PLN tersebut memutuskan untuk memeriksa sambungan listrik yang menghubungkan rumah dengan tiang listrik. Dikarenakan tiang listriknya terlalu tinggi dan di rumah alm. Bapak tidak ada tangga panjang, membuat kedua petugas tersebut memutuskan untuk kembali ke kantor terlebih dahulu dengan tujuan mengambil kendaraan PLN yang dilengkapi dengan tangga panjang.
Pukul 21:00 WIB atau sekitar 15 menit saya menunggu, akhirnya petugas PLN kembali dengan membawa kendaraan yang dilengkapi dengan tangga panjang. Petugas dengan kendaraannya menuju tiang listrik yang ada sambungan listrik dari rumah alm. Bapak. Untungnya jarak tiang listrik dengan rumah alm. Bapak tidak begitu jauh. Hanya sekitar 300 meter saja.
Seingat saya, hanya sekitar 20 menitan petugas memeriksa dan membetulkan sambungan kabel yang ada di tiang listrik. Sebelum akhirnya menyarankan kepada saya untuk kembali mengecek kondisi listrik di rumah. Alhamdulillah, setelah mengecek beberapa kali, kondisi listrik di rumah alm. Bapak sudah kembali normal. Bahkan saat kulkas dan mesin cuci dinyalakan bersamaan, nyala lampu masih stabil.
Ternyata selama ini, masalah listrik di rumah alm. Bapak yang tidak stabil disebabkan oleh sambungan kabel di tiang listrik yang mengalami masalah. Adapun masalahnya dikarenakan sambungan yang sedikit longgar. Yah, ternyata selama ini karena itu. Saya sempat khawatir kalau-kalau masalahnya pada sambungan kabel listrik yang ada di rumah. Untungnya kekhawatiran saya itu meleset, hehe…
Oiya, selesai memastikan kalau kondisi listrik di rumah alm. Bapak sudah normal dan dirasa aduan saya sudah teratasi, kedua petugas PLN tersebut kemudian pamit untuk menjalankan misi berikutnya. Yak, misi untuk menyelesaikan aduan berikutnya. Saya kira tugas keduanya waktu itu sudah selesai. Tapi ternyata pada pukul setengah 10 malam itu, mereka berdua masih harus bertugas. “Tetap semangat meraih rezeki untuk anak istri, ya, Pak,” batin saya dalam hati sewaktu melihat keduanya beranjak dari rumah alm. Bapak.




0 Comments
Posting Komentar